Ticker

6/recent/ticker-posts

Pelayanan RSL Kota Bogor Ramah dan Bagus, Pasien Covid-19 Merasa Nyaman


Kabarpos.Hilangnya indra penciuman menjadi gejala dari sebagian pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang kini dirawat di Rumah Sakit Lapangan (RSL) Kota Bogor. 

Pelayanan yang ramah dari tenaga kesehatan dokter dan perawat membuat pasien Covid-19 merasa nyaman dan cepat pulih. Tercatat, sebagian pasien tidak hanya berasal dari Kota Bogor, namun ada pula yang dari luar Kota Bogor. 

Pasien terkonfirmasi positif Covid-19, Amid (44) mengatakan, awalnya ia datang dari Yogyakarta ke Bogor untuk bekerja pada Sabtu (10/4) lalu. Ia mengaku merasa tidak enak badan. 

Kemudian, ia menjalani Swab PCR di Klinik Duta Medika Pratama dan dinyatakan positif Covid-19. Malam di hari yang sama ia pun dirujuk dan segera dibawa ke Rumah Sakit Lapangan.
Sebelumnya, Amid berniat isolasi di rumah pimpinannya.

"Badan terasa pegal saya kira kecapean karena perjalanan, ternyata positif (Covid-19). Sepertinya saya tertular saat di mobil travel, saya duduk dibelakang supir yang batuk-batuk. Saya bersyukur perawatan dan pelayanan dari dokter dan perawat di RSL ramah dan bagus. Saya ingin bisa segera sembuh karena harus kerja," ujar warga Kota Kulon Progo tersebut.

Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 lainnya, Darwin (63) warga Medan mengatakan, ia sudah dirawat enam hari di RSL dan kini keadaannya mulai membaik berkat penanganan RSL yang luar biasa baik. Perhatiannya tidak hanya kepada saya saja, tapi ke semua pasien yang dirawat disini.

"Benar-benar kami dirawat, tidak ada rasa takut padahal penyakit ini ditakutkan  tapi dokter dan perawat pantang menyerah, antusias dan peduli," imbuhnya. 

Pasien Covid-19 Thasya Fahina (21) bercerita, sebelum dirawat di RSL Kota Bogor, ia sudah melakukan isolasi mandiri di mess kantornya tempat ia bekerja sejak dinyatakan positif Covid-19 swab pertama (27/3) lalu.

Namun kondisi badan tak kunjung pulih meski rutin minum vitamin C, indra penciumannya pun mulai berkurang, tidak nafsu makan, pusing dan ketika tidur sesak nafas.

Warga Kota Bogor ini kemudian melakukan Swab PCR kembali di Senior Hospital dan hasilnya masih positif Covid-19, ia pun kemudian direkomendasikan rekannya untuk dirawat di RSL dan mulai dirawat (10/4) lalu. 

"Kondisi badan saya sudah membaik tapi tensinya masih rendah, awal masuk saya sesak nafas jadi tidak bisa tidur lebih dari dua jam. Alhamdulillah, perawatan dari dokter dan perawat sejak masuk RSL sangat bagus dan rutin memberi makan dan minum obat untuk saya" katanya.

Pasien Dedi Supriadi (40) mengaku, ia dinyatakan positif Covid-19 setelah Swab PCR di RS senior hospital dan atas rekomendasi rekannya, ia pun langsung menelpon RSL lapangan meminta dirawat di RSL, meski tidak ada gejala namun penciumannya sempat hilang saat ia mencoba mencium aroma minyak kayu putih. 

"Saat datang saya di cek jantung, diantar ke kamar, diambil darah, rontgen, sehari dua kali di cek suhu, tensi darah. Pelayanannya bagus, perawat, dokternya baik, ramah makanan datang tepat waktu, nyaman bisa nonton TV walaupun harus diisolasi. Sekarang kondisi saya sudah lebih baik, sudah bisa mencium bau sejak kemarin. Semoga besok atau lusa saya sudah pulang karena sudah delapan hari disini," ujar warga Cilendek Barat ini.
Editor : Redaksi