Ticker

6/recent/ticker-posts

Kepala BI Aceh dan Bupati Aceh Selatan Bahas “Integrated Ecofarming” Dorong Kemajuan Ekonomi

Kabarposnesw.co.id - Dalam kunjungan kerja seharinya di kabupaten Aceh Selatan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Achris Sarwani mengajukan konsep Integrated Ecofarming untuk mendorong kemajuan ekonomi di kabupaten yang dikenal sebagai penghasil pala ini. 

Menurut Achris konsep ini merupakan bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan biaya modal yang sekecil-kecilnya namun bisa memberikan hasil sebesar-besarnya. Dalam diskusi yang dipandu oleh Direktur Politeknik Aceh Selatan, Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc ini, Achris yang juga merupakan mantan Kepala Perwakilan BI Nusa Tenggara Barat, mengajak masyarakat agar mengadopsi kegiatan penguatan ekonomi ini dengan menggerakkan sektor pertanian yang ramah lingkungan. 

Achris mencontohkan melalui penerapan teknologi yang sedang disupport oleh BI ini, petani cukup memiliki 3 ekor sapi untuk menghasilkan 1 Ha padi dengan tingkat produktivitas mencapai 15 ton per Ha. Kotoran sapi dapat dikonversi menjadi pupuk organik yang mampu memperbaiki stuktur dan hara tanah, selanjutnya jerami padi yang selama ini dianggap sebagai limbah pertanian dapat digunakan sebagai bahan pakan untuk ternak selama proses produksi. 

Menanggapi hal tersebut Bupati Aceh Selatan, Tgk. Amran merasa antusias menyambut teknologi pertanian terpadu berbasis pelestarian lingkungan ini. Menurut Amran, konsep memadukan ternak dengan tanaman sawit secara konvensional telah banyak diterapkan masyarakat. Ia mencontohkan masyarakat yang mengembala ternaknya di areal perkebunan sawit. Selain hewan ternaknya sehat-sehat, lahan sawitpun semakin subur dengan produktivitas yang semakin meningkat. Apalagi jika kita bisa memanfaatkan teknologi yang ditawarkan BI ini. 

Dalam paparan teknis yang disampaikan staf ahli BI, Dr. Nugroho dijelaskan bahwa pihak BI telah mengembangkan formula cairan pengubah kotoran hewan menjadi pupuk organik dalam waktu hanya 1-3 hari. Menurut Dosen Pascasarjana UGM ini,  formula yang diberi nama MA 11 tersebut telah dikembangkan di SMK N Saree, Aceh Besar. Dan hasilnya pun sudah diujicobakan dengan baik disana. 

Turut hadir dalam acara yang berlangsung selama dua jam tersebut, Direktur Operasional Bank Aceh, Lazuardi dan Kepala Bank Aceh Cabang Tapaktuan, Afzal Ilmi, serta beberapa Kepala dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan. 

Paska kegiatan silaturahmi dan diskusi tersebut, Achris menyampaikan kuliah umum penumbuhkembangan jiwa technopreneur dalam rangka penyiapan generasi emas Indonesia di kampus Politeknik Aceh Selatan.

Reporter : Misran
Editor : Redaksi