Ticker

6/recent/ticker-posts

BPBD Pijay Gelar Pelatihan Penanggulangan Bencana

Bupati Pidie Jaya, H.Aiyub Abbas, diwakili sekdakab, Ir. Jailani (Tiga dari kanan) dan Plt Kakak BPBD Pidie Jaya, Okta Handipa, ST.M.Arch (Dua dari kanan) saat pembukaan kegiatan pelatihan penanggulangan bencana digelar BPBD setempat di aula kantor camat Bandar Dua, Pidie Jaya, Kamis, (15/7/2021).

Pidie Jaya | Kabarposnesw.co.id -Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Jaya, melaksanakan kegiatan pelatihan penanggulangan bencana di aula kantor camat Bandar Dua, Pidie Jaya, Kamis, (15/7/20201).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Pidie Jaya, H.Aiyub Abbas diwakili sekdakab, Ir.Jailani mengatakan, untuk mengurangi dampak bencana akibat perubahan iklim, pihak pemerintah setempat  terus dan terus mengupayakan membangun awareness/kesadaran dan kewaspadaan terhadap bencana dengan cara membangun partisipasi semua pihak, tentunya didukung oleh lembaga usaha dan masyarakat dalam pengambilan kebijakan, baik secara politik, hukum, ekonomi,lingkungan, sosial dan budaya.

"Kebijakan tersebut kemudian diturunkan melalui upaya peningkatan kapasitas dan kapabilitas semua pihak terkait kesiapsiagaan bencana dengan membangun kesadaran masyarakat, pengetahuan ilmiah, perencanaan pembangunan yang cermat, penegakan kebijakan dan hukum yang bertanggung jawab, peringatan dini berbasis masyarakat, dan mekanisme kesiapsiagaan dan tanggap darurat yang efektif,", Ungkap Jailani.

Lanjut Jailani, Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) sebagai leding sektor kebencanaan terus melakukan fungsi koordinasi, Komando dan pelaksanaan dalam rangka mendorong serta melakukan upaya-upaya keberlanjutan penyelenggaraan penanggulangan bencana yang komprehensif, khususnya kegiatan pelatihan penanggulangan bencana untuk mempersiapkan regenerasi yang tanggap, tangkas dan tangguh dalam menghadapi bencana.

"Maksud dan Tujuan dari kegiatan pelatihan penanggulangan bencana, sesuai dengan tema kegiatan "Sistem Informasi Manajemen Bencana", mari kita kenali ancaman bencana dan tingkatkan budaya sadar bencana, mulai dari diri sendiri, keluarga dan komunitas, agar kita sadar tentang resiko bencana, sehingga kita bisa mengurangi korban jiwa dan kerugian harta benda, Insya Allah Pidie Jaya tangguh, tangkas dalam menghadapi bencana, budaya sadar bencana, kita jaga alam, alam jaga kita, siap untuk selamat.", Ungkap Jailani mengakhiri sambutan nya.

Sementara Plt, Kalak BPBD Pidie Jaya, Okta Handipa, ST, M.Arch dalam kesempatan tersebut menyebutkan, Pelatihan penanggulangan bencana merupakan bagian penting penanganan bencana sesuai dengan amanat undang-undang nomor 24 tahun 2007, sebagai upaya proaktif dalam mengelola bencana, dimana kunci awal dari upaya pengurangan resiko bencana adalah pemahaman resiko bencana.

Dikatakan Okta, Bahwa kejadian, dampak, dan resiko bencana tidak bisa dihindari karena jumlah penduduk yang terus meningkat, urbanisasi,kemiskinan, pengaruh perubahan iklim global, dan pembangunan infrastruktur yang menimbulkan resiko bencana baru. Karena itu, setelah mengetahui resiko bencana di suatu wilayah, langkah selanjutnya adalah dengan melakukan tata kelola uapaya penanggulangan bencana yang lebih baik.

"Hal ini juga sejalan dengan perubahan paradigma upaya penanggulangan bencana di tingkat global, yaitu dari upaya responsif berfokus pada saat terjadinya bencana ke preventif yang menitikberatkan upaya sebelum kejadian bencana dan pengelolaan resiko bencana,"Ungkap Okta, yang juga lulusan master dari Taiwan.

Lanjut Okta, Indonesia yang terbentuk dari pertemuan 3 lempeng tektonik dunia merupakan wilayah yang rawan terhadap gempa bumi. Sejarah bencana gempa bumi di Indonesia mengindikasikan terdapat banyak nya infrastruktur yang rusak maupun hancur akibat bencana.

"Masih belum hilang dari ingatan kita sejarah gempa bumi dan tsunami  tanggal 26 Desember 2004 dan gempa bumi tanggal 7 Desember 2016 di Pidie Jaya dimana banyak pihak belum berperan dan belum terkoordinir secara baik serta belum punya keahlian(Skill) yang memadai untuk berperan maksimal dalam penanggulangan bencana.", ungkap Okta.

Reporter : AA
Editor : Redaksi