Ticker

6/recent/ticker-posts

BKPH Krueng Tiro, Satgas Konflik Satwa dan Ranger Respon Konflik Bersama di Pijay

Seekor Gajah Jantan saat memasuki perkebunan warga di Pidie Jaya

Aceh - Kabarposnesw.co.id - Hentikan seluruh aksi pemburuan satwa, pembalakan liar dan pembakaran hutan menjadi solusi untuk menjawab solusi konflik satwa liar dengan manusia dikawasan hutan Kabupaten Pidie Jaya.

“Selama ini konflik satwa dengan manusia di Pijay akibat aksi pemburuan satwa, pembalakan liar dan perambahan hutan untuk Perkebunan di Pidie Jaya,” kata Ketua satgas penanggulangan Konflik Antara Manusia dan Satwa Liar Pidie Jaya,  Miswar  pada Kabarposnesw.co.id, minggu (15/8/2021).

Diakuinya, tim Satgas penanggulangan Konflik dengan Manusia dan Satwa Liar Pidie Jaya kewalahan dalam menghadapi persoalan konflik tersebut, ditambah kondisi gajah yang menyebar di beberpa tempat, sehingga tim kewalahan dalam menggiring kawanan Gajah tersebut.
satgas mengikuti gajah saat melakukan penggiringan

Tambahnya, posisi sementara kawanan gajah tersebut tersebar mulai dari Translok Panton Limeng Gampong Aki Neungoh sebanyak satu ekor dan diperkirakan sudah berada dilokasi perkebunan masyarakat selama 13 hari, sementara di Gampong Jiejiem berjumlah sekitar tiga ekor selama 11 hari keberadaan gajah di daerah tersebut.

“Dan Sekitar tujuh ekor gajah lagi sudah berada di translok Abah Lueng selama 16 hari dan di Desa Cubo Sukon dua ekor gajah selama 15 hari dikawasan perkebunan warga,” ungkapnya
Menurutnya, berdasarkan hasil kajian yang dilakukan pihaknya, sering terjadinya konflik satwa dengan manusia di Pidie Jaya akibat aktifitas pemburuan satwa, pembalakar liar dan perambahan hutan untuk perkebunan, gangguan satwa tersebut terjadi hampir setiap hari selama hampir dua bulan ini.

“kondisinya pada saat ini sudah sangat meresahkan kehidupan satwa yang hidup dihutan akibat aktifitas pemburuan, pembalakan liar dan alih fungsi hutan,” ujarnya

Selama ini, untuk aktifitas penggiringan gajah liar dan respon konflik tersebut, kata Miswar, pihaknya Dibantu oleh DLHK Aceh, dan BKSDA Aceh serta Lembaga mitra yaitu FFI-IP Kantor Aceh dan CRU Aceh, dan Pihaknya juga berharap adanya kerjasama dengan masyarakat untuk menghentikan segala aktifitas pemburuan satwa, pembalakan liar,  alih fungsi hutan dan pembakaran hutan yang selama ini marak terjadi.
“Melihat kondisi ini, kami mengharap masyarakat ikut berperan dalam upaya menghentikan aktifitas pemburuan satwa, pembalakan liar dan perambahan hutan untuk perkebunan, sehingga satwa liar tetap pada posisi aman dan tidak menganggu masyarakat,” jelasnya
Sementara itu, kepala BKPH Krueng Tiro, Muhammad David, S. Hut mengatakan, terkait respon konflik satwa liar tersebut, berdasarkan laporan masyarakat dimana sejumlah kebun milik warga diganggu oleh kawan gajah. Pihaknya terus melakukan koordinasi dengan lintas sektor untuk membantu masyarakat dari gangguan satwa liar.

“Kami akan terus berusaha dan berharap ada dukungan masyarakat dalam melakukan aktifitas respon gangguan satwa liar ini, sehingga masyarakat tetap dapat beraktifitas dengan baik,” imbuhnya.

Editor : Redaksi