Ticker

6/recent/ticker-posts

Disaat PKL Kota Bogor Tergusur, oknum Preman Muncul, Dimana Walikota ?

Bogor,Kabarposnews.co.id. Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) Blok B Pasar Kebon Kembang, Kota Bogor, melakukan aksi unjuk rasa di Balaikota Bogor pada Senin (23/8/2021), lantaran menolak penggusuran dan relokasi.

Para PKL itu menuntut Wali Kota Bogor Bima Arya untuk menghentikan aksi penggusuran terhadap mereka.Koordinator Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Kota Bogor Elly Murni mengatakan, sudah hampir dua bulan puluhan PKL di Blok B Pasar Kebon Kembang tidak bisa berjualan.

"Sekitar 35 PKL yang digusur secara paksa menggunakan jasa preman pada akhir Juni 2021 lalu,” kata Elly, Senin (23/8/2021).

Dia menyesalkan sikap arogansi yang ditunjukkan PD Pasar Pakuan Jaya (PD-PPJ) yang menggusur para PKL menggunakan preman.

“Kan ada Kaur, Kepala Unit, dan SatPol PP, kenapa tidak difungsikan,” paparnya.
Pengusiran para PKL dengan cara digusur ini, kata Elly, tidak mencerminkan solusi dari PD Pasar Pakuan Jaya.

“Kalaupun ada solusi yang ditawarkan PD Pasar, para PKL disarankan pindah ke Lantai 1 Blok F,” ungkap Elly.

Para pedagang menolak relokasi ini. Selain sepi, tempatnya pun tak mendukung untuk didatangi para pembeli.

“Siapa yang mau membeli? Pedagang di Blok F aja menjerit karena tidak ada pembeli,” tuturnya.
Menurut nya,penertiban PKL ini sangat menyakitkan karena dilakukan ditengah PPKM.

“Sekarang ini para PKL sulit mendapatkan uang untuk biaya hidup. Seharusnya kita saling membina di masa sulit ini, bukan saling membinasakan,” tegas Ellly.

Pantauan Kabarposnews.co.id demo ini dimulai pukul 13.30 WIB dan diikuti sekira 30-an PKL. Para pedagang menuntut Dirut PD Pasar segera di ganti karena dinilai tak mampu membebani pasar yang kian semerawut dan PKL tidak diperlakukan secara manusiawi.

Sekitar pukul 14.00 WIB, Kasatpol PP Kota Bogor Agustian Syach mengajak perwakilan PKL untuk berdialog dengan pejabat terkait di dalam Balaikota Bogor.

Setelah usai pertemuan itu, para PKL lalu membubarkan diri pada pukul 15.00 WIB.
Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di Pasar Kebon Kembang melakukan aksi di halaman Plaza Balai Kota Bogor, Senin (23/8/2021) siang.

Aksi unjuk rasa itu dilatarbelakangi karena mereka (PKL) merasa tidak mendapat keadilan dari pemerintah usai digusur oleh pengelola Pasar dalam hal ini Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor.

Ketua DPD Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Kota Bogor Uni Ely Murni mengatakan, aksi tersebut untuk menuntut kepedulian dan pertanggung-jawaban dari Wali Kota Bogor Bima Arya yang dinilai tidak memberikan solusi kongkret untuk keberlangsungan hidup para PKL pasca digusur.

“Para PKL, kini hanya bisa bertahan hidup dengan cara mengandalkan dana simpanan dan terus menambah hutang. Malahan pasca penggusuran ini, Pemkot Bogor tidak memberikan solusi kongkret untuk keberlangsungan hidup para PKL,” katanya.

Ia menuturkan, bahwa para PKL ini sudah satu bulan lebih menganggur akibat di gusur oleh Perumda PPJ. Bahkan, penggusuran tersebut dinilai tidak manusiawi lantaran melibatkan oknum aparat keamanan dengan cara melempar-lempar dagangan milik PKL.

Di samping itu, sambung dia, penggusuran di masa ekonomi yang sulit akibat penerapan PPKM ini merupakan tindakan yang kejam dan jahat.

“Padahal, mereka (para PKL) hanya ingin mencari nafkah demi mencukupi kebutuhan hidup, tidak pernah membebani dan merepotkan pemerintah,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya pun meminta agar Wali Kota Bogor mengevaluasi Kinerja  Direksi Perumda PPJ.

Wan
Editor Redaksi