Ticker

6/recent/ticker-posts

Lihat Isi Garasi Bupati Bogor Ade Yasin Usai di Ciduk KPK,Wow Mencengankan

KABARPOSNEWS.VO.ID BUPATI BOGOR Ade Munawaroh Yasin tercatat memiliki harta senilai Rp 4,1 Miliar. Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Ade Yasin harta Ade Yasin itu terdiri dari berbagai aset.

Salah satunya berupa alat transportasi dan mesin senilai Rp 635.000.000.

Aset alat transportasi dan mesin senilai Rp 635.000.000 itu hanya terdiri dari dua unit mobil dengan rincian sebagai berikut

 Mitsubishi Xpander 1.5L Ultimate tahun 2019, hasil sendiri senilai Rp 200.000.000

BMW 320i CKD AT tahun 2016, hasil sendiri senilai Rp 435.000.000

Selain alat transportasi dan mesin, aset Ade Yasin terbesar adalah Tanah dan Bangunan.

 Nilainya sebesar Rp 2.290.000.000. Dua diantaranya merupakan tanah di kota Bogor, sedangkan satu sisanya merupakan Tanah dan Bangunan.

Ade Yasin juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 600.000.000.

Kemudian ada juga Kas dan Setara Kas senilai Rp 726.788.687. Ade Yasin juga memiliki hutang Rp 140.607.046. Bila ditotal secara keseluruhan, Ade Yasin memiliki harta Rp 4.111.181.641

KPK OTT Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin

Ade Yasin saat ini tengah terlibat Operasi Tangkap Tangan KPK terkait kasus dugaan suap.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri membenarkan perihal OTT terhadap Ade Yasin itu.

 Dia turut menyebutkan adanya pihak lain yang ditangkap, yaitu dari BPK Perwakilan Jawa Barat (Jabar).

“Di antaranya Bupati Kabupaten Bogor, beberapa pihak dari BPK Perwakilan Jawa Barat, dan pihak terkait lainnya. Kegiatan tangkap tangan ini dilakukan karena ada dugaan tindak pidana korupsi pemberian dan penerimaan suap,” ucap Ali dikutip detiknews, Rabu (27/4/2022).

Namun KPK belum merinci perkara apa yang melatari transaksi haram itu.

Para pihak yang ditangkap itu saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif. KPK memiliki waktu 1×24 jam sebelum nantinya menentukan status hukum mereka.

“KPK segera menentukan sikap atas hasil tangkap tangan dimaksud. Perkembangannya akan disampaikan lebih lanjut,” imbuh Ali.

(KBP/Detik)