Ticker

6/recent/ticker-posts

OPINI : T I R T A E M P U L Tampak Siring

Opini Kabarposnews.co.id Tirta Empul adalah sebuah pura persembahyangan bagi umat Hindu yang di dalamnya terdapat beberapa mata air suci yang di percaya sebagai air yang dapat mensucikan diri. 

Sampai sekarang objek wisata Pemandian Tirta Empul masih di gunakan umat Hindu Bali sebagai tempat mensucikan diri.

Pura Tirta Empul Pura yang berlokasi di desa Manukaya kecamatan Tampaksiring kabupaten Gianyar – Bali.

Pura  ini  merupakan salah satu situs peninggalan sejarah di Bali khususnya Gianyar.
Tempat ini banyak dikunjungi para wisatawan,baik dari mancanegara maupun wisatawan nusantara.

Nama pura ini di ambil dari nama mata air yang terdapat di dalam pura yang bernama Tirta Empul. 

Secara etimologi bahwa Tirta Empul artinya air yang menyembur keluar dari tanah.

Maka Tirta Empul artinya adalah air suci yang menyembur keluar dari tanah. Air tersebut mengalir ke sungai di sekelilingnya.

Sedangkan nama Tampak siring berasal dari bahasa Bali.

Kata tampak yang berarti telapak dan siring yang bermakna miring.

Makna dari kedua kata itu konon terkait dengan sepotong legenda yang tersurat dan tersirat pada sebuah daun lontar,yang menyebutkan bahwa nama itu berasal dari bekas jejak telapak kaki seorang raja bernama Mayadenawa.

Di Tirta Empul  pengunjung dapat melakukan Melukat  yaitu ritual menyucikan diri di kolam pemandian ini.

Ritual ini sudah di lakukan sejak abad ke-10.
Mereka yang ingin membersihkan diri di kolam air suci harus rela antre,laki-laki dan perempuan.

Sebelum menceburkan diri di kolam,mereka melakukan sembahyang kepada dewa.

Lalu mereka berjalan ke sebuah kolam yang terdapat 13 pancuran air suci. 

Tidak jarang wisatawan yang berkunjung pun tertarik untuk ikut melukat.

Sebagai tata cara adat Hindu untuk wisatawan sebelum masuk ke Pura Tirta Empul,kita di haruskan memakai kain panjang dan selendang kuning yang di ikatkan di pinggang.

Kalau kita mau masuk ke semua Pura di Bali kita harus menggunakan kain panjang.

Kain dan selendang kuning sudah di siapkan di pintu masuk dan pulangnya harus di kembalikan.

Awal pertama  memasuki gerbang Pura Tirta Empul,kita akan bertemu  dengan pelataran yang luas sekali.

Di sisi kanan ada bangunan semacam balairung dengan arsitektur khas Bali. 

Balaiurang ini biasanya di gunakan untuk istirahat atau tempat berkumpul.

Melangkah lebih jauh ke dalam,kita akan bertemu dengan tiga kolam pemandian.

Setiap kolam mempunyai puluhan pancuran air yang  berjejer di tepi kolam.

Masing masing pancuran menyemburkan air secara kencang.

Air yang keluar dari  pancuran bersumber dari mata air yang tak pernah kering.

Menurut kepercayaan umat Hindu bahwa mandi di kolam pemandian ini bukan sekedar mandi tapi tujuannya adalah menyucikan diri. 

Sebelum menyeburkan diri ke kolam,pengunjung berdoa dulu di pura kecil yang ada di atas pemandian.

Dari pemandian ini kita dapat mengunjungi bagian lain yaitu sebuah bangunan  terletak di belakang kolam pemandian yang di gunakan untuk sembahyang. 

Sebelum masuk ke pura ini,wanita yang rambutnya tergerai harus di ikat karena wanita tak boleh masuk dengan rambut tergerai dan wanita yang sedang berhalangan juga tak boleh masuk ke sini karena ini lokasi suci.

Di sisi bangunan pura untuk sembahyang terdapat bangunan dengan kolam yang sangat luas di depannya.

Di depan bangunan bergaya Bali tersebut terdapat kolam ikan mas yang berukuran besar,bahkan ada yang beratnya lima kg.

Ikan-ikan tersebut berenang bergerombol dan akan mendekat bila ada orang yang memberi makan.

Tempat ini merupakan objek wisata di Bali terkenal untuk wisatawan,selain tempatnya yang bersih dan sejuk landskap di sekitarnya masih terjaga dengan baik membuat para pengunjung betah berlama lama mengelilingi sekitar pura tirta empul.

Areal pura dan pemandian ini sangat megah dan menarik untuk di nikmati.

Dari bangunan dan arsitekturnya mencerminkan perpaduan antara fisik bangunan dengan alam sekitar sangat harmoni.

Pura pemandian ini berada di lembah yang di kanan kirinya di batasi hutan dan bukit yang menghijau.

Di Pura Tirta Empul  kita dapat membawa oleh oleh yang terdapat di ratusan toko souvenir.

Toko souvenir yang berada di jalan keluar pura ini di tata dengan rapi sehingga tidak mengganggu wisatawan yang akan masuk ke Pura.

Tirta Empul sendiri merupakan peninggalan sejarah yang terus di jaga kelestariannya.
Mata air ini bisa di lihat di  belakang pancuran. 

Air yang menyembul keluar dari dalam tanah terlihat jelas oleh mata. 
Wisatawan sendiri tidak di perkenankan memasuki area dalam mata air.

Kita hanya bisa berdiri melihat dari pinggir pagar candi.

Sebelum memasuki area pemandian,wisatawan hendaknya mentaati aturan yang sudah tertulis di depan pintu masuk.

Ada beberapa larangan kalau berada di tempat ini,Di antaranya adalah harus berpakaian adat atau memakai selendang kuning,tidak boleh memakai celana pendek,rambut tidak boleh terurai.

Selain itu,mandi di sini tidak boleh memakai sabun,tapal gigi,shampoo,dan sejenis lainnya.

Berdampingan dengan Pura,di tempat wisata ini terdapat Istana Tampak Siring yang di bangun dari tahun 1957 – 1960.

Istana kepresidenan yang di dirikan oleh Bung Karno sebagai tempat peristirahatan.

Pembangunan istana kepresidenan Tampak siring di lakukan secara bertahap dan arsiktek yang mendesain istana kepresidenan adalah RM Soedarsono.

Foto dan tulisan
Dirangkum dari berbagai sumber.

Reporter : SHT
Editor Redaksi